Rabu, 26 November 2014

Makalah Model Keperawatan Virginia Henderson



1.1  Latar Belakang
Virginia Henderson memperkenalkan definition of nursing (definisi keperawatan). Definisinya mengenai keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya. Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus menyertakan prinsip
kesetimbangan fisiologis. Definisi ini dipengaruhi oleh persahabatan Henderson dengan seorang ahli fisiologis bernama Stackpole. Henderson sendiri kemudian mengemukakan sebuah definisi keperawatan yang ditinjau dari sisi fungsional. Menurutnya, tugas unik perawat adalah membantu individu, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, melalui upayanya melaksanakan berbagai aktifitas guna mendukung kesehatan dan penyembuhan individu atau proses meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu saat ia memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan, atau pengetahuan untuk itu.Di samping itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan yang dikenal dengan “The Actifities of Living”. Model tersebut menjelaskan bahwa tugas perawat adalah membantu individu dalam meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin. Perawat menjalankan tugasnya secara mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tetapi, perawat tetap menyampaikan rencananya pada dokter sewaktu mengunjungi pasien.





1.2  Rumusan Masalah
1.     Apa definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson ?
2.     Bagaimana model keperawatan menurut Virginia Henderson ?
3.     Apa hubungan antara model dengan paradigma keperawatan ?
4.     Apa saja konsep utama teori Virginia Henderson ?
5.     Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson ?
6.     Bagaimana mengaplikasi teori Henderson dalam proses keperawatan ?
7.     Apakah tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson ?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menetahui :
1.      Definisi teori keperawatan menurut Virginia Henderson
2.      Model keperawatan menurut Virginia Henderson
3.      Hubungan antara model dengan paradigma keperawatan
4.     Macam-macam konsep utama teori Virginia Henderson
5.      Hubungan perawat-pasien-dokter menurut Virginia Henderson
6.      Sistem aplikasi teori Henderson dalam proses keperawatan
7.      Tujuan dari keperawatan menurut Virginia Henderson








BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Definisi  Teori Keperawatan Virginia Henderson
Virginia Henderson mendefinisikan keperawatan sebagai “penolong individu, saat sakit atau sehat, dalam melakukan kegiatan tersebut yang bertujuan untuk kesehatan, pemulihan , atau kematian yang damai dan individu akan dapat melakukannya sendiri jika mereka mempunyai kakuatan, keinginan, atau pengetahuan”(Harmer dan Henderson, 1955; Henderson, 1996). Proses keperawatan mencoba melakukan hal tersebut dan tujuannya adalah kebebasan.
Henderson dalam teorinya mengategorikan empat belas kebutuhan dasar semua orang dan mengikutsertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini : fisiologis, psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan. Bersama perawat dan klien bekerjasama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan mencampai tujuannya, tujuan keperawatan menurut Virginia Henderson 1955 bekerja secara bebas dengan pekerja pelayan kesehatan lainnya (Tomey dan Alligood, 2006), membantu klien mendapatkan kekuatannya lagi. Dan latar belakang untuk praktik menurut Henderson yaitu perawat membantu klien melaksanakan empat belas dasar kebutuhan Henderson, 1966.
Model konsep keperawatan dijelasakan oleh Virginia Henderson adalah model konsep aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji individu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehatan, penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.
Pemahaman konsep tersebut dengan didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimilikinya diantaranya : pertama, manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pertumbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan; kedua, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menjadi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh polah asuh, lingkungan dan kesehatan; ketiga, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktivitas, belum dapat melaksanakan aktivitas dan tidak dapat melakukan aktivitas.


2.2  Model Keperawatan Virginia Henderson  
     1. Autoritarian dan struktur hierarki di rumah sakit
2. Sering terdapat fokus satu pihak yaitu pada penyembuhan gangguan fungsi  semata.
3. Fakta bahwa mempertahankan kontak pribadi dengan pasien merupakan hal yang tidak
    mungkin dilakukan pada masa itu.
4.   Adanya keanekaragaman pengalaman yang ia miliki selama karier keperawatannya
                     di Amerika Serikat diberbagai bidang layanan kesehatan

2.3  Hubungan Model dengan Paradigma Keperawatan
      1. Manusia
                     Individu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan: jiwa dan raga adalah satu kesatuan. Lebih lanjut lagi, indifidu dan keluarganya dipandang sebagai unit tunggal. Setiap manusia harus berupaya untuk memepertahankan keseimbangan fisiologis dan emosional.
              2. Lingkungan
Henderson mendefinisikan lingkungan sebagai seluruh faktor eksternal dan kondisi yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia.



              3. Sehat dan Sakit
      Sehat adalah kualitas hidup tertentu, yang oleh Henderson dihubungkan dengan kemandirian. Karakteristik utama dari sakit, adalah ketergantungan dan berbagai tingkat inkapasitas individu (sekarang pasien) untuk memuaskan kebutuhan manusianya. Menganggap bahwa sehat adalah kemandirian dan sakit adalah ketergantungan dapat dipandang sebagai simplifikasi. Dapat juga dikatakan bahwa sakit adalah keterbatasan kemandirian.

              4.Keperawatan
       Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, baik apakah ia sakit atau sehat, dalam peran tambahan atau peran pendukung. Tujuan dari keperawatan adalah untuk membantu individu memperoleh kembali kemandiriannya sesegera mungkin. Namun demikian, keputusan Henderson untuk meningkatkan kemandirian dan hanya melakukan sesuatu untuk pasien jika ia tidak dapat melakukannya sendiri tidak disetujui oleh profesi sebagai prinsip dasar asuhan keperawatan sebelum Henderson menjelaskannya lebih lanjut.

2.4  Konsep Utama Teori Henderson
      Konsep utama dalam teori Henderson mencakup manusia, keperawatan, kesehatan, dan lingkungan :
1.               Manusia
    Henderson melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih kesehatan, kebebasan, atau kematian yang damai, serta bantuan untuk meraih kemandirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14 komponen yang merupakan komponen penanganan perawatan.


Keempatbelas kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Bernapas
b.      Makan dan minum dengan cukup.
c.       Membuang kotoran tubuh
d.      Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan.
e.       Tidur dan istirahat
f.       Memilih pakaian yang sesuai.
g.      Menjaga suhu tubuh tetab dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian dan   mengubah lingkungan
h.      Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta serta melindungi integumen.
i.         Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai
j.        Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, rasa takut, atau pendapat.
k.      Beribadah sesuai dengan keyakinan
l.        Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi.
m.    Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perkembangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedia.
Keempat belas kebutuhan dasar manudia di atas dapat di klarifikasikan menjadi empat kategori, yaitu komponen kebutuhan biologis, psikologis, sosiologis, dan spiritual
2.           Keperawatan.
Perawat mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik dalamkeadaan sehat maupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat mempunyai fungsi independence di dalam penanganan perawatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia (14 komponen di atas). Untuk menjalankan fungsinya, perawat harus memiliki pengetahuan biologis maupun sosial.
3.             Kesehatan
Sehat adalah kualitas hidup yang menjadi dasar seseorang dapat berfungsi bagi kemanusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Untuk mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Individu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, kehendak, serta pengetahuan yang cukup.
4.      Lingkungan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek lingkungan :
a.       Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sakit akan menghambat kemampuan tersebut.
b.      Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c.       Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d.      Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar dalam memberikan resep.
e.       Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran tentang konstruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f.       Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk memperkirakan adanya bahaya.
Dalam pemberian layanan kepada klien, terjalin hubungan antara perawat dan klien. Menurut Henderson, hubungan perawat-klien terbagi dalam tiga tingkatan, mulai dari hubungan sangat bergantung hingga hubungan sangat mandiri.
1.      Perawat sebagai pengganti (subtitute) bagi pasien.
2.      Perawat sebagai penolong (helper) bagi pasien.
3.      Perawat sebagai mitra (partner) bagi pasien.
2.5  Hubungan perawat-pasien-dokter
      1. Hubungan perawat pasien
         Tiga tingkatan hubungan perawat pasien dapat di kenali :
a.       Perawat sebagai substitute (pengganti) bagi pasien.
b.      Perawat sebagai helper (penolong).
c.       Perawat sebagai partner (rekan) dengan pasien.
Pada saat-saat penyakitnya gawat, perawat kelihatan seperti pengganti apa-apa yang pasien kekurangan untuk membuatnya menjadi lengkap, utuh, atau bebas karena berkurangnya kekuatan fisik, kemauan atau pengatahuan. Selama kondisi pemulihan (convalescence), perawat membantu pasien meraihatau mendapatkan kembali kemandiriannya. Henderson menyatakan kemandirian adalah yang relatif.
      2. Hubungan perawat dokter
           Henderson menuntut tugas unik yang di miliki perawat dari para dokter. Rencana perawatan, yang di rumuskan oleh perawt dan pasien bersama-sama, harus di jalankan dengan suatu cara untuk mengusulkan rencana pengobatan yang di tentukan dokter.
2.6  Aplikasi Teori Henderson dalam Proses Keperawatan
Definisi ilmu keperawatan Henderson dalam kaitannya dengan praktik keperawatan  menunjukkan bahwa perawat memiliki tugas utama sebagai pemberi asuhan keperawatan langsung kepada pasien. Manfaat asuhan keperawatan ini terlihat dari kemajuan kondisi pasien, yang semula bergantung pada orang lain menjadi mandiri. Perawat dapat membantu pasien beralih dari kondisi bergantung (dependent) menjadi mandiri (independent) dengan mengkaji, merencanakan, mengimplementasikan, serta mengevaluasi 14 komponen penanganan perawatan dasar.
Pada tahap penilaian (pengkajian), perawat menilai kebutuhan dasar pasien berdasarkan 14 komponen di atas. Dalam mengumpulkan data, perawat menggunakan metode observasi, indra penciuman, peraba, dan pendengaran. Setalah data terkumpul, perawat menganalisis data tersebut dan membandingkannya dengan pengetahuan dasar tentang sehat-sakit. Hasil analisis tersebut menentukan diagnosis keperawatan yang akan muncul. Diagnosis keperawatan, menurut Henderson, dibuat dengan mengenali kemampuan individu dalam memenuhi kebutuhannya-dengan atau tanpa bantuan-serta dengan mempertimbangkan kekuatan atau pengetahuan yang dimiliki individu.
Tahap perencanaan, menurut Henderson, meliputi aktivitas penyusunan rencana perawatan sesuai kebutuhan individu-termasuk di dalamnya perbaikan rencana jika ditemukan adanya perubahan-serta dokumentasi bagaimana perawat membantu individu dalam keadaan sakit atau sehat. Selanjutnya, pada tahap implementasi, perawat membantu individu memenuhi kebutuhan dasar yang telah disusun dalam rencana perawatan guna memelihara kesehatan individu, memulihkannya dari kondisi sakit, atau membantunya meninggal dalam damai. Intervensi yang diberikan perawat sifatnya individual, bergantung pada prinsip fisiologis, usia, latar belakang budaya, keseimbangan emosional, dan kemampuan intelektual serta fisik individu. Tarakhir, perawat mengevaluasi pencapaian kriteria yang diharapkan dengan menilai kemandirian pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
2.7 Tujuan Keperawatan Menurut Henderson
Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh Handerson adalah untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan kesehatan dan membantu klien untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pasien merupakan mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultural, dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar. (Aplikasi model konseptual keperawatan, Meidiana D). Menurut Handerson peran perawat adalah menyempurnakan dan membantu mencapai kemampuan untuk mempertahankan atau memperoleh kemandirian dalam memenuhi empat belas kebutuhan dasar pasien.
BAB III
KASUS
3.1           Kasus
Tn.X datang ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit kepala di bagian depan. Klien mengatakan sering mengalami mual dan muntah, klien demam. Nafsu makan klien juga menurun. Klien mersa nyeri di bagian perut. Selain itu, klien mengalami diare.
Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan : Kesadaran klien penuh, Lidah terlihat kotor di bagian tengah, perut kembung, RR klien 27x/mnt, HR 50x/mnt, nadi 98x/mnt, TD 90/55 mmhg, suhu tubuh klien 40.
1.      Pengkajian pada Tn.X
1)      Biodata
1.      Nama                     : Tn.X
2.      Umur                     : 25 tahun
3.      Jenis Kelamin        : Laki-laki
4.      Status                    : menikah
5.      Keluhan utama      : Nyeri di bagian perut dan sakit kepala.

2)      Riwayat Kesehatan
1.      Riwayat Kesehatan Sekarang
Klien nyeri pada bagian perut. Klien juga merasakan sakit kepala. Klien sering merasa mual dan muntah. Nafsu makan klien menurun dan demam. Klien juga mengalami diare.
1.      Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien selama 1 tahun ini merasakan nyeri pada perut, tapi tidak bersifat menetap. Klien pernah menderita sakit maag.


1.      Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak ada anggota keluarga klien yang menderita penyakit ginjal, jantung, paru-paru, hipertensi, gula, typhus, dll.

3)      Pemeriksaan Fisik
1.      KU                                    : Sadar penuh
2.      RR                         : 27x/mnt
3.      HR                                    : 50x/mnt
4.      Nadi                      : 98x/mnt
5.      TD                         : 90/55 mmhg
6.      Suhu tubuh            : 40
7.      Abdomen              : terdapat nyeri tekan, tegang, dan kembung.

4)      Kebutuhan Dasar Manusia
1.      Bernafas
Sebelum sakit : Klien bernafas normal.
Ketika sakit     : Klien bernafas lebih cepat karena suhu tubuh tinggi.
1.      Makan dan Minum
Sebelum sakit : Klien makan sehari tiga kali.
Ketika sakit     : Nafsu makan klien menurun karena pada saat makan, klien merasa mual dan ingin muntah. Namun masih ada keinginan untuk minum.
1.      Eliminasi
Sebelum sakit : Klien BAB dan BAK normal dan wajar, tidak pernah muntah, dan berkeringat ketika melakukan aktivitas.
Ketika sakit     : Klien lebih sering BAB namun jarang BAK. Keluar keringat dingin dari seluruh tubuh klien. Klien juga sering muntah.


1.      Mobilisasi
Sebelum sakit  : Klien dapat berdiri dan berjalan sendiri tanpa menggunakan alat bantu apapun.
Ketika sakit     : Klien merasa lemas dan lemah sehingga tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.
1.      Istirahat dan Tidur
Sebelum sakit  : Klien tidur dan istirahat dengan tenang dan nyenyak.
Ketika sakit     : Klien susah tidur karena merasakan sakit kepala dan perutnya kembung.
1.      Berpakaian
Sebelum sakit  :  Klien memilih dan memakai pakaian yang disukainya sendiri.
Ketika sakit     : Klien tidak bisa memakai pakaian sendiri karena tubuhnya terlalu lemas.
1.      Suhu Tubuh
Sebelum sakit  : Suhu tubuh klien normal 37
Ketika sakit     : Suhu tubuh klien tinggi mencapai 40
1.      Kebersihan Tubuh
Sebelum sakit   : Klien membersihkan dirinya sendiri (mandi), dan membersihkan lingkungan di sekitarnya.
Ketika sakit      : Selama klien sakit, klien tidak bisa mandi sendiri. Klien tidak mandi, hanya dilap saja badannya.
1.      Menghindari Bahaya
Sebelum sakit  : Klien dapat menjaga dirinya sendiri dari bahaya yang mungkin menghampirinya.
Ketika sakit     : Selama klien sakit, klien tidak berdaya karena terlalu lemas. Oleh karena itu, klien dirawat dan dijaga oleh keluarganya.


1.      Berkomunikasi
Sebelum sakit  : Klien dapat berkomunikasi dengan baik.
Ketika sakit     : Kemampuan berkomunikasi klien masih baik. Namun ketika suhu tubuh klien tinggi, klien sering mengigau dan berbicara tidak jelas.
1.      Bekerja
Sebelum sakit  : Klien berangkat bekerja setiap hari senin sampai sabtu di kantor. Berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore.
Ketika sakit     : Pekerjaan klien terhanti karena kondisi klien yang tidak memungkinkan. Pekerjaan klien hanya tiduran dan duduk saja.
1.      Bermain
Sebelum sakit  : Biasanya klien bermain dan berlibur bersama dengan keluarganya dihari libur kerjanya.
Ketika sakit     : Kemampuan bermain klien berkurang. Klien paling hanya bermain HP saja di atas tempat tidur.
1.      Spiritual
Sebelum sakit  :  Klien beribadah secara rutin setiap hari.
Ketika sakit     : Klien beribadah dan berdo’a di atas tempat tidur sambil tiduran atau sambil duduk.
1.      Belajar
Sebelum sakit  : Klien sering belajar sesuatu yang baru dengan membaca buku.
Ketika sakit     : Klien belajar sesuatu yang baru dengan bertanya kepada perawat yang merawatnya ataupun dengan keluarga yang menjaganya.




















BAB IV
PENUTUP
3.2           Kesimpulan
Konsep keperawatan yang dirumuskan oleh Virginia Henderson dalam definisinya tentang teori keperawatan dan empat belas komponen asuhan keperawatan dasar, tidak rumit dan cukup jelas. Oleh karena itu, dapat digunakan sebagai panduan untuk praktik keperawatan oleh sebagian besar perawat tanpa kesulitan. Banyak idenya disajikan dan digunakan di seluruh dunia baik di negara maju maupun negara berkembang untuk memandu kurikulum keperawatan dan praktek. Hal ini divalidasi oleh permintaan untuk publikasi ICN, yang pada 1972 berada di cetakan ketujuh.
Jika saran dapat dibuat untuk meningkatkan konsep keperawatan Henderson, itu adalah penggabungan teori. Sebagai contoh, akan menarik untuk melihat bagaimana holisme atau teori sistem umum menjelaskan hubungan antara komponen asuhan keperawatan dasar. Konfirmasi dari ada tidaknya daftar komponen yang diprioritaskan diperlukan untuk memperjelas apa yang perawat harus dilakukan jika masalah yang diajukan adalah selain fisik.
Mengingat waktu di mana Henderoson dipublikasikan kepada definisi keperawatan, ia pantas banyak mendapat pujian sebagai pemimpin dalam pengembangan praktik keperawatan, pendidikan, dan, lisensi. Karyanya harus dianggap sebagai awal dan dorongan bagi perawat mengejar gelar akademis tertinggi. Ini sangat penting untuk analisis praktik keperawatan dan untuk mengidentifikasi dan menguji teori dasar untuk perawatan pasien.


3.3           Saran
Diharapkan kepada pembaca agar lebih banyak lagi mempelajari tentang teori-teori keperawatan yang lain. Setelah mengetahui pengetahuan tentang teori keperawatan menurut Virginia Henderson yang telah diuraikan dalam makalah ini, diharapkan mahasiswa mampu memahami teori ini, karena teori ini juga sangat penting bagi perawat untuk menjelenkan praktik keperawatan



















Asmadi, Ns. S. Kep. 2005. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Basford, Lynn dan Slevin, Oliver. 2006. Teori dan Praktik Keperawatan.Jakarta : Penerbit Buku Kedokterran ECG.
Si Torus, DR. Ratna S. Kp, M. App, Sc. 2005. Model Praktik Keperawatan Profesional di Rumah Sakit. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Hidayat, A. Aziz Alimul. 2004. Pengantar Konsep Dasar Keperawatan.Jakarta : Salemba Medika.
Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG.
Harmer, B., & Henderson, V. A. 1955. Buku dari prinsip dan praktik keperawatan. New York:Macmillan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar