Selasa, 25 November 2014

Konsep Nyeri



BAB I
PENDAHULUAN
1.1             Latar Belakang
Setiap individu pasti pernah mengalami nyeri dalam tingkatan tertentu. Nyeri merupakan alasan yang paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Individu yang merasakan nyeri merasa menderita dan mencari upaya untuk menghilangkannya.

Perawat meggunakan berbagai intervensi untuk dapat menghilangkan nyeri tersebut dan mengembalikan kenyamanan klien. Perawat tidak dapat melihat dan merasakan nyeri yang dialami oleh klien karena nyeri bersifat subjektif. Tidak ada dua individu yang mengalami nyeri yang sama dan tidak ada kejadian nyeri yang sama menghasilkan respon yang identik pada seseorang. 
Nyeri terkait erat dengan kenyamanan karena nyeri merupakan faktor utama yang menyebabkan ketidaknyamanan pada seorang individu. Pada sebagian besar klien, sensasi nyeri ditimbulkan oleh suatu cidera atau rangsangan yang cukup kuat untuk berpotensi mencederai. Bagi dokter nyeri merupakan masalah yang membingungkan. Tidak ada pemeriksaan untuk mengukur atau memastikan nyeri.Dokter hampir semata-mata mengandalkan penjelasan dari pasien tentang nyeri dan keparahannya. Nyeri alasan yang paling sering diberikan oleh klien ditanya kenapa berobat.
Dampak nyeri pada perasaan sejahtera klien sudah sedemikian luas diterima sehingga banyak institusi sekarang menyebut nyeri “tanda vital kelima”, dan mengelompokkannya dengan tanda-tanda klasik suhu, nadi, pernapasan, dan tekanan darah.


Perawat menghabiskan lebih banyak waktunya bersama pasien yang mengalami nyeri
dibanding tenaga professional perawatan kesehatan lainnya dan perawat mempunyai kesempatan untuk membantu menghilangkan nyeri dan efeknya yang membahayakan. Peran pemberi perawatan primer adalah untuk mengidentifikasi dan mengobati penyebab nyeri dan meresepkan obat-obatan untuk menghilangkan nyeri. Perawat tidak hanya berkolaborasi dengan tenaga professional kesehatan lain tetapi juga memberikan intervensi pereda nyeri, mengevaluasi efektivitas intervensi pereda nyeri, mengevaluasi efektivitas intervensi, dan bertindak sebagai advokat pasien saat intervensi tidak efektif. Selain itu, perawat berperan sebagai pendidik untuk pasien dan keluarga, mengajarkan mereka untuk mengatasi penggunaan analgetik atau regimen pereda nyeri oleh mereka sendiri jika memungkinkan

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Nyeri ?
2.      Menjelaskan Fisiologi  nyeri ?
3.      Menjelaskan mengenai  Stimulasi Nyeri ?
4.      Menjelaskan klasifikasi Nyeri?
5.      Menjelaskan  Teori-teori nyeri ?
6.      Menjelaskan Faktor-faktor  Penyebab nyeri?
7.      Bagaimana Asuhan Keperawatan pada masalah Nyeri?




1.3  Tujuan Penulis
Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui :
1.      Definisi mengenai Nyeri
2.      Fisiologi Nyeri
3.      Mengenai stimulasi nyeri
4.      Klasifikasi nyeri
5.      Teori-teori mengenai  Nyeri
6.      Faktor-faktor Penyebab Nyeri
7.      Asuhan Keperawatan pada masalah Nyeri














BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Nyeri merupakan kondisi berupa perasaan tidak menyenangkan bersifat sangat subjektif karea perasaan nyeri berbeda pada setiap orang dalam hal skala atau tingkahnya,dan hanya orang tersebutlah yang dapat menjelaskan atau menegvaluasi rasa nyeri yang dialaminya. Menurut International Association for Study of Pain (IASP), nyeri adalah sensori subyektif dan emosional yang tidak menyenangkan yang didapat terkait dengan kerusakan jaringan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan.Berikut adalah pendapat dari para ahli mengenai pengertian nyeri :
1.      Mc Coffery (1979), mendefinisikan nyeri sebagai suatu keadaan yang mempengaruhi seseorang yang keberadaannya diketahui hanya jika orang tersebut pernah mengalaminya.
2.      Wolf Weifsel Feust (1974),mengatakan bahwa nyeri merupakan suatu perasaan menderita secara fisik dan mental atau perasaan yang bisa menimbulkan ketegangan.
3.      Arthur C. Curton (1983), menyatakan bahwa nyeri merupakan suatu mekanisme produksi bagi tubuh ,timbul ketika jaringan sedang dirusak,dan menyebabkan individu tersebut bereaksi untuk menghilangkan rangsangan nyeri.
4.      Scrumum ,mengartikan nyeri sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya rangsangan fisik maupun dari serabut saraf dalam tubuh ke otak dan diikuti oleh reaksi fisik,fisologis,dan emosional.


2.2 Fisiologi Nyeri
    Nyeri berkaitan dengan reseptor dan adannya rangsangan.Reseptor nyeri adalah nociceptor,merupakan ujung-ujung saraf sangat bebas yang memiliki sedikit atau bahkan tidak memiliki myelin yang tersebar pada kulit dan mukosa,khususnya pada visera,persendian,dinding arteri,hati,dan kandungan empedu.Reseptor nyeri memberikan respons akibat adanya stimulasi atau rangsangan. Stimulasi dapat berupa zat kimiawi berupa histamine,bradikinin,prostaglandin,dan macam-macam asam yang dilepas apabila terdapat kerusakan pada jaringan akibat kekurangan oksigenasi.Stimulasi lain berupa temal,listrik,dan mekanis.
Stimulasi yang diterima oleh reseptor ditransmisikan berupa impuls-implus nyeri ke sumsum tulang belakang oleh dua jenis serabut yang bermyelin rapat atau serabut A (delta) dan serabut lambat (serabut C).Impuls-impuls yang ditransmisikan oleh serabut A bersifat inhibitor yang ditransmisikan ke serabut C.Serabut-seraut aferen masuk ke spinal melalui akar dorsal(dorsal root) serta sinaps pada dorsal horn.Dorsal Horn terdiri atas beberapa lapisan atau laminae yang saling bertautan.Diantara lapisan dua dan tiga berbentuk substantia gelatinosa yang merupakan saluran utama impuls.Kemudian impuls nyeri menyeberangi sumsum tulang belakang pada interneuron dan bersambung kejalur spinal asenden yang paling utama,yaitu jalur spinothalamic tract (STT) dan jalur spinoreticular tract (SRT) yang membawa informasi tentang sifat dan lokasi nyeri.Dari proses transmisi terdapat dua jalur mekanisme terjadinya nyeri yaitu jalur opiate dan jalur nonopiate.Jalur opiate ditandai oleh pertemuan reseptor pada otak yang terdiri atas jalur spinal desendens dari thalamus yang melaluiotak tengah dan medulla ke tanduk dorsal dari sumsum tulang belakang yang berkonduksi dengan nociceptor impuls supresif.Serotonin merupakan neurotransmitter dalam impuls supresif.Sistem supresif lebih mengaktifkan stimulasi nociceptor dari serabut A.Jalur nonopiate merupakan jalur desenden yang tidak memberikan respons terhadap naloxone yang kurang banyak mengetahui mekanisme(Barbara C .Long ,1989)
2.3 Stiumulus Nyeri
      Seseorang dapat mentolerir,menahan nyeri (pain tolerance),atau dapat mengenali jumlah stimulus nyeri sebelum merasakan nyeri (pain threshold).Terdapat beberapa jenis stimulus nyeri diantaranya:
1.      Trauma pada jaringan tubuh ,misalnya karena bedah akibat terjadinya kerusakan jaringan dan iritasi secara langsung pada reseptor
2.      Gangguan pada jaringan tubuh,misalnya karena edema akibat terjadinya penekanan pada reseptor nyeri
3.      Tumor,dapat juga menekan reseptor nyeri
4.      Iskemia pada jaringan,misalnya terjadi blockade pada arteria koronaria yang menstimulasi reseptor nyeri akibat tertumpuknya asam laktat
5.      Spasme otot ,dapat menstimulasi mekanik
2.4  Klasifikasi Nyeri
    Nyeri itu bermacam-macam dan dapat dikelompokkan menjadi :
1.   Berdasarkan Tempat Nyeri
1.      Periferal Pain. Periferal pain ini terbagi menjadi 3 yaitu nyeri permukaan (superfisial pain), nyeri dalam (deep pain), nyeri alihan (reffered pain). Nyeri alihan ini maksudnya adalah nyeri yang dirasakan pada area yang bukan merupakan sumber nyerinya
2.      Central Pain. Nyeri ini terjadi karena perangsangan pada susunan saraf pusat, spinal cord, batang otak.
3.      Psychogenic Pain. Nyeri ini dirasakan tanpa adanya penyebab organik, tetapi akibat dari trauma psikologis.


4.      Phantom Pain. Phantom Pain ini merupakan perasaan pada bagian tubuh yang sudah tak ada lagi, contohnya pada amputasi. Phantom pain timbul akibat dari stimulasi dendrit yang berat dibandingkan dengan stimulasi reseptor biasanya. Oleh karena itu, orang tersebut akan merasa nyeri pada area yang telah diangkat.
5.      Radiating Pain. Nyeri yang dirasakan pada sumbernya yang meluas ke jaringan sekitar.

2.      Berdasarkan Sifat Nyeri
1.      Insidentil. Yaitu sifat nyeri yang timbul sewaktu-waktu dan kemudian menghilang
2.      Steady. Yaitu sifat nyeri yang timbul menetap dan dirasakan dalam waktu yang lama
3.      Paroxysmal. Yaitu nyeri yang dirasakan berintensitas tinggi dan kuat sekali dan biasanya menetap selama 10 – 15 menit, lalu menghilang dan kemudian timbul kembali
4.      Intractable Pain. Yaitu sifat nyeri yang resisten dengan diobati atau dikurangi. Contoh pada arthritis, pemberian analgetik narkotik merupakan kontraindikasi akibat dari lamanya penyakit yang dapat mengakibatkan kecanduan


3.      Berdasarkan Berat Ringannya Nyeri.

1.      Nyeri Ringan yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang rendah.
2.      Nyeri Sedang yaitu nyeri yang menimbulkan suatu reaksi fisiologis dan juga reaksi psikologis
3.      Nyeri Berat yaitu nyeri yang berada dalam intensitas yang tinggi.

4.      Berdasarkan waktu serangan
1.    Nyeri Akut. Nyeri akut biasanya berlangsung singkat,mendadak yang tidak melebihi 6 bulan dan ditandai dengan adanya peningkatan tegangan otot misalnya nyeri pada fraktur. Klien yang mengalami nyeri akut pada umumnya akan menunjukkan gejala-gejala antara lain : respirasi meningkat, Denyut jantung dan Tekanan darah meningkat, dan pallor.
.
2.      Nyeri Kronis Nyeri Kronis. Nyeri kronis berkembang lebih lambat dan terjadi dalam waktu lebih lama dan pada umumnya penderita sering sulit mengingat sejak kapan nyeri mulai dirasakan.

5.      Berdasarkan sumbernya

1.      Cutaneus/ superfisial, yaitu nyeri yang mengenai kulit/ jaringan subkutan. Biasanya bersifat burning (seperti terbakar). Contohnya adalah terkena ujung pisau atau gunting
2.      Deep somatic/ nyeri dalam, yaitu nyeri yang muncul dari ligament, pemb. Darah, tendon dan syaraf, nyeri menyebar & lebih lama drpd cutaneus .
contohnya adalah sprain sendi
3.      Visceral (pada organ dalam), stimulasi reseptor nyeri dlm rongga abdomen, cranium dan thorak. Biasanya terjadi karena spasme otot, iskemia, regangan jaringan

2.5 Teori Nyeri

  Terdapat beberapa teori tentang terjadinya nyeri,diantarnya (Barbara C.Long ,1989) :
1.      Teori Pemisahan (Specificity Theory).
Menurut teori pemisahan arau specificity theory bahwa rangsangan sakit masuk ke medulla spinalis (Spinal Cord) melalui kornu dorsalis yang bersinaps didaerah posterior,kemudian naik ke tractus lissur dan menyilang di garis median ke sisi lainnya,dan berakhir di korteks sensoris tempat rangsangan nyeri tersebut diteruskan.
2.      Teori Pola (Pattern Theory)
Pada teori pola atau pattern theory bahwa rangsangan nyeri masuk melalui akar ganglion dorsal ke medulla spinalis dan merangsang aktivitas sel T. Hal ini mengakibatkan suatu respons yang merangsang ke bagian yang lebih tinngi,yaitu korteks serebri serta kontraksi menimbulkan persepsi dan otot berkontraksi sehingga menimbulkan nyeri.Persepsi dipengaruhi oleh modalitas respons dari reaksi sel T.

3.      Teori Pengendalian Gerbang (Gate Control Theory) .
Menurut teori pengendalian gerbang ialah nyeri tergantung dari kerja serat saraf besar dan kecil yang keduanya berada dalam akar ganglion dorsal.Rangsangan pada serat saraf besar  akan meningkatkan aktivitas  substansia gelatinosa yang mengakibatkan tertutupnya pintu mekanisme sehingga sel T terhambat dan menyebabkan hantaran rangsangan ikut terlambat. Rangsangan serat besar dapat langsung meragsang korteks serebri.Hasil persepsi ini akan dikembalikan kedalam medulla spinalis melalui serat aferen dan reaksinya mempengaruhi aktivitas sel T. Rangsangan pada serat kecil akan menghambat aktivitas substansia gelatinosa dan membuka pintu mekanisme,sehingga rangsangan aktivitas sel T yang selanjutnya akan menghantar rangsangan nyeri.
4.      Teori Transmisi dan inhibisi
Menurut teori ini bahwa adanya stimulus pada nocieptor memulai transmisi impuls-impuls saraf,sehingga transmisi impuls nyeri menjadi efektif oleh neurotransmitter yang spesifik.Kemudian , inhibisi impuls nyeri menjadi efektif oleh impuls-impuls pada serabut - serabut besar yang memblok impuls-impuls pada serabut lambat dan endogen opiate sistem supresif

2.6 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Nyeri

Pengalaman nyeri pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal,diantarnya adalah :

1.      Arti Nyeri .
Arti Nyeri bagi seseorang memiliki banyak perbedaan dan hampir sebagian arti nyeri merupakan arti yang negative seperti membahayakan,merusak dan lainnya.Keadaan ini dipengaruhi oleh beberapa factor seperti usia,jenis kelamin,latar belakang social budaya,lingkungan ,dan pengalaman.

2.      Persepsi Nyeri
Persepsi nyeri merupakan penilaian yang sangat subjektif tempatnya pada korteks (pada fungsi evaluative kognitif).Persepsi ini dipengaruhi oleh factor yang dapat memicu stimulasi nociceptor.
3.      Toleransi Nyeri
Toleransi ini erat hubungannya dengan intensitas nyeri yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang menahan nyeri.Faktor yang dapat memengaruhi peningkatan toleransi nyeri antara lain alcohol,obat-obatan,hipnotis,gesekan atau garukan,pengalihan perhatian,kepercayaan yang kuat,dan sebagainya.Sedangkan factor yang mengurangi toleransi diantarnya ialah kelelahan,rasa marah ,bosan,cemas,nyeri yang tidak kunjung hilang,sakit dan lain-lain.



4.      Reaksi terhadap Nyeri
Reaksi terhadap Nyeri merupakan respons seseorang terhadap nyeri,seperti ketakutan,gelisah ,cemas,menangis ,dan menjerit.Semua ini merupakan bentuk respons yang dapat dipengarauhi oleh beberapa factor seperti arti nyeri,tingkat persepsi nyeri,pengalaman masa lalu,nilai budaya,harapan social,kesehatan fisik dan mental,rasa takut,cemas,usia,dan lain-lain.

2.7 Asuhan Keperawatan Pada Rasa Nyeri
 
A.    Pengkajian Keperawatan
Pengkajian pada masalah nyeri yang dapat dilalukan adalah adanya riwayat nyeri ,keluhan nyeri seperti lokasi nyeri,intensitas nyeri,kualitas,dan waktu serangan.Pengkajian dapat dilakukan dengan cara PQRST:
1.      P  (Pemacu),yaitu factor yang mengetahui gawat atau ringannya nyeri
2.      Q (Quality) dari nyeri ,seperti apakah rasa tajam,tumpul,atau tersayat
3.      R (Region),yaitu daerah perjalanan nyeri
4.      S  (Severity) adalah keparahanatau intensitas nyeri
5.      T  (Time) adalah lama / waktu serangan atau frekuensi nyeri


 Intensitas nyeri dapat diketahui dengan bertanya kepada pasien melalui skala nyeri berikut :





SKALA NYERI

Tidak Nyeri         Sedikit Nyeri              Sedang              Parah/Berat







 







Tidak Nyeri       Ringan         Sedang             Parah   Separah-parahnya





 0 : Tidak Nyeri                     0 : Tidak Nyeri         0 : Tidak  Nyeri
 1 : Nyeri Ringan                   1 : Nyeri Ringan       1 : Sedikit Nyeri
 2 : Tidak Nyaman                 2 : Nyeri Sedang       2 : Nyeri Sedang
 3 : Mengganggu                    3 : Nyeri Parah          3 : Nyeri Parah
 4 : Sangat Mengganggu        4 : Nyeri sangat parah
                                               5 : Nyeri Paling Parah































B.     Diagnosa Keperawat

Terdapat beberapa diagnose yang berhubungan dengan masalah nyeri,diantaranya :
1.      Nyeri akut akibat fraktur panggul
2.      Nyeri kronis akibat arthritis
3.      Gangguan mobilitas akibat nyeri pada ekstremitas
4.      Kurang perawatan diri akibat ketidakmampuan menggerakan tangan yang disebabkan oleh nyeri  persendian
5.      Cemas akibat ancaman peningkatan nyeri








C.     Perencanaan Keperawatan

1.      Mengurangi dan membatasi faktor-faktor  yang menambah nyeri
2.      Menggunakan berbagai teknik noninvasive untuk memodifikasi nyeri yang dialami
3.      Menggunakan cara-cara untuk mengurangi nyeri yang optimal,seperti memberikan analgesic sesuai dengan program yang ditentukan

D.    Pelaksanaan (Tindakan ) Keperawatan

1.      Mengurangi factor yang dapat menambah nyeri,misalnya ketidakpercayaan,kesalahpahaman,ketakutan,dan kebosanan.
·         Ketidakpercayaan .
Pengkuan perawat akan rasa nyeri yang diderita pasien terhadapp mengurangi nyeri.Hal ini dapat dilakukan  melalui pernyataan verbal,mendengarkan dengan penuh perhatian mengenai keluhan pasien,dan mengatakan kepada pasien bahwa perawat mengkaji rasa nyeri pasien agar dapat lebih mudah memahami tentang nyerinya

·         Kesalahpahaman .
Mengurangi kesalahpahaman pasien tentang nyerinya akan mengurangi nyeri.Hal ini dilakukan dengn memberitahukan bahwa rasa nyeri yang dialami pasien sangat individual dan hanya pasien saja yang mengetahui akan rasa nyerinya.

·         Ketakutan.
Memberitahukan informasi yang tepat dapat mengurangi ketakutan pasien dengan menganjurkan pasien untuk mengekspresikan bagaimana pasien menangani nyeri

·         Kelelahan.
Kelelahan dapat memperberat rasa nyeri.Untuk mengatasinya, kembangkan pola aktivitas yang dapat memberikan istirahat yang cukup
·         Kebosanan
Kebosanan dapat meningkatkan nyeri.Untuk mengurangi nyeri digunanakan pengalihan perhatian bersifat terapeutik.Beberapa macam teknik pengalihan perhatian ialah bernapas pelan dan berirama,memijat secara perlahan,menyanyi berirama,aktif mendengarkan musik,membayangkan hal-hal yanag menyenangkan dan sebagainya.

2.      Memodifikasi stimulus nyeri dengan menggunakan teknik berikut  :

·         Teknik pengalihan perhatian

-          Menonton televise
-          Berbincang-bincang dengan orang lain
-          Mendengarkan musik
·         Teknik Relasasi

Menganjurkan pasien untuk mengambil napas dalam kemudian menegmbuskannya  secara perlahan ,melemaskan otot-otot tangan ,kaki,perut,penggung ,serta  mengurangi hal yang sama sambil terus berkonsentrasi hingga didapat rasa nyaman,tenang ,dan rileks
       
·         Stimulus kulit
-          Menggosok dengan halus pada daerah nyeri
-          Menggosok punggung
-          Menggunakan air hangat dan dingin
-          Memijat dengan air mengalir
-           
3.      Pemberian obat analgesik

Pemberian obat ini dapat dilakukan untuk mengganggu dan memblok transmisi stimulus agar terjadi perubahan persepsi dengan cara mengurangi kortikal terhadap nyeri.Jenis analgesik adalah narkotika yang digunakan untuk mengurangi tekanan darah dan menimbulkan depresi pada fungsi vital seperti respirasi .Jenis bukan narkotika  yang banyak dikenal adalah aspirin,asetaminofen,dan bahan antiinflasi nonsteroid.Golongan aspirin(asetysalicylic acid) digunakan unuk memblok rangsangan pada sentral dan perifer ,kemungkinan menghambat sintesis prostaglandin yang memiliki khaiat setelah 15 smpai 20 menit dengan efek puncak obat 1 sampai 2 jam.Aspirin juga menghambat  agregasi trombosit dn antagonis rendah  terhadap vitamin K,sehingga dapat meningkatkan perdarahan, dan protombin bila diberikan  dalam dosis yang tinggi.Golongan asitaminofen sama seperti aspirin,akan tetapi tidak menimbulkan perubahan kadar protombin dan jenis nonsteroid anti inflammatory drug (NSAID),juga menghambat prostaglandin dan dosis rendah berfungsi sebagai analgesik .Kelompok obat ini meliputi ibuprofen,mefematic acid, fenoprofen , naprofen, zomepirac,dan lainnya

4.      Pemberian stimulator listrik
Pemberian stimulator listrik dengan memblok atau mengubah stimulus nyeri dengan stimulus yang kurang dirasakan.Bentuk stimulator metode listrik diantaranya :
·         Transcutaneus electrical stimulator (TENS),digunakan untuk mengendalikan stimulus manual daerah nyeri tertentu dengan menempatkan beberapa electrode di luar.
·         Percutaneus implanted spinal cord epidural stimulator merupakan alat stimulator sumsum tulang belakang dan epidural yang diimplan dibawah kulit ddengan transistor timah penerima yang ddimasukkan kedalam kulit pada daerah epidural dan columna vertebrae
·         Stimulator columna vertebrae ,sebuah stimulator dengan stimulus penerima transistor dicangkok melalui kantong kulit intraclavicula atau abdomen ,yaitu  electrode ditanam melalui pembedahan pada dorsum sumsum tulang belakang.


E.     Evaluasi Keperawatan
Evaluasi terhadap masalah nyeri dapat dilakukan dengan menilai kemampuan dalam merespons rangsangan nyeri,diantaranya hilangnya perasaan nyeri,menurunnya intensitas nyeri,adanya respons fisiologi yang baik,dan passion mampu melakukan aktivitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.



BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Nyeri merupakan suatu gejala yang bersifat ojektif .hanya orang yang merasakan yang bisa mengungkapkan.kebutuhan dasar manusia untuk memenuhi rasa yang tidak nyaman atau nyeri ini,perawat perlu memperhatiakn ,mengkaji konsep dasar nyeri pada klien yangmengalami gngguan keamaman.
Saran
Semoga dengan memahami konsep dasar nyeri ini .kita bisa menerapkan dan membagi ilmu dalam menyelesaikan masalah gengguan tidak nyaman ini dalan kehidupan .












Daftar Pustaka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar